Mahasiswa IAT STAIN Majene Bahas Etika Pergaulan Remaja melalui Workshop Tafsir di Mosso Timur

MAJENE – Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Majene melaksanakan workshop bertema “Peran Tafsir dalam Memahami Etika Pergaulan Remaja” di Masjid Baitul Mukminin Mosso Timur, Desa Lombong Timur, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Ahad, 28 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WITA ini dilaksanakan oleh mahasiswa IAT semester VI sebagai bagian dari tugas Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Studi Kitab Tafsir Era Modern dan Kontemporer yang diampu oleh Muhammad Dirman Rasyid, Lc., M.Ag. Selain menjadi bagian dari penilaian akademik, workshop ini juga diarahkan sebagai bentuk integrasi pembelajaran dengan Pengabdian kepada Masyarakat atau PkM.

Mahasiswa pelaksana kegiatan ini terdiri atas Maulana Amin Z., M. Alif Azhar, Farhan, Sulistian, Fadly Akbar, Musdalifah, Nasra Yunita, Putriana, dan Suhartini. Dalam pelaksanaan kegiatan, Putriana bertindak sebagai ketua panitia, Nasra Yunita sebagai pembawa acara, M. Alif Azhar membawakan tilawah, Fadly Akbar memandu jalannya kegiatan sebagai moderator, sementara materi disampaikan oleh Maulana Amin Z. dan Musdalifah.

Salah satu pemateri dari mahasiswa IAT STAIN Majene memaparkan pentingnya memahami Al-Qur’an melalui tafsir sebagai pedoman dalam membangun etika pergaulan remaja yang sehat dan berakhlak.

Workshop ini menyasar remaja Masjid Baitul Mukminin Mosso Timur dan diikuti oleh 28 peserta. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para remaja mengenai pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun pergaulan yang sehat, berakhlak, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan ini, peserta diajak melihat bahwa persoalan pergaulan remaja tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan sosial, tetapi juga berhubungan erat dengan pembentukan karakter, adab, tanggung jawab, dan kesadaran moral.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Dalam sesi pertama, Maulana Amin Z. menjelaskan pentingnya memahami Al-Qur’an melalui tafsir agar pesan-pesan ayat tidak dipahami secara terburu-buru atau hanya berhenti pada terjemahan. Tafsir membantu pembaca memahami maksud ayat secara lebih utuh, baik dari sisi makna, konteks, maupun pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Musdalifah yang mengaitkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan etika pergaulan remaja. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan tuntunan penting dalam menjaga sikap, ucapan, pertemanan, batasan pergaulan, serta cara membangun hubungan sosial yang dilandasi akhlak mulia. Dalam kehidupan remaja saat ini, pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut menjadi penting agar para remaja mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan arah moral dan spiritual.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Majene menyampaikan materi workshop bertema “Peran Tafsir dalam Memahami Etika Pergaulan Remaja” kepada peserta di Masjid Baitul Mukminin Mosso Timur, Desa Lombong Timur, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Mereka menyimak pemaparan materi, terlibat dalam sesi diskusi, serta mengajukan pertanyaan seputar persoalan pergaulan remaja dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kegiatan berlangsung akrab dan interaktif, sehingga materi tafsir dapat disampaikan dengan cara yang dekat dengan pengalaman peserta.

Melalui workshop ini, mahasiswa IAT STAIN Majene berupaya menghadirkan kajian tafsir yang membumi dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Kajian Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai pembahasan teks keagamaan, tetapi juga sebagai sumber nilai yang dapat membimbing remaja dalam berinteraksi di lingkungan keluarga, sekolah, masjid, dan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman para remaja tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Bagi mahasiswa, workshop ini menjadi ruang belajar yang bermakna karena mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan sekaligus berbagi manfaat kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian.

Peserta workshop menyimak penyampaian materi tentang peran tafsir Al-Qur’an dalam membimbing remaja menghadapi tantangan pergaulan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *