Dosen IAT STAIN Majene Sampaikan Pesan Cinta Rasulullah dalam Khutbah Jumat di Masjid Asadullah Passarang

Majene, 18 September 2026 — Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) STAIN Majene, Makmur, M.Th.I., melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui penyampaian khutbah Jumat di Masjid Asadullah Passarang, Kabupaten Majene, Jumat (18/9/2026).

Dalam khutbahnya, Makmur mengangkat tema tentang pentingnya mencintai Rasulullah saw. di atas segala kecintaan duniawi. Kecintaan kepada Nabi Muhammad saw., menurutnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui ungkapan, tetapi perlu dibuktikan dengan keteladanan dalam sikap, ketaatan kepada Allah, serta kesungguhan mengikuti ajaran Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menegaskan pesan tersebut, ia mengutip firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran [3]: 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Ayat tersebut menegaskan bahwa kecintaan kepada Allah memiliki konsekuensi berupa kesediaan untuk mengikuti tuntunan Rasulullah saw. Dengan demikian, cinta kepada Rasul bukan hanya dimaknai sebagai perasaan, melainkan harus tercermin dalam upaya meneladani akhlak dan menjalankan sunnah beliau.

Makmur juga mengutip hadis Nabi saw.:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Melalui hadis tersebut, jamaah diajak untuk memahami bahwa kecintaan kepada Rasulullah saw. memiliki kedudukan penting dalam bangunan keimanan seorang Muslim. Kecintaan itu diwujudkan dengan mengenal ajaran beliau, meneladani akhlaknya, memperbanyak selawat, serta menghadirkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Kegiatan khutbah Jumat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen Prodi IAT STAIN Majene dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Kehadiran dosen di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi ruang penyampaian pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan kajian Al-Qur’an dan hadis dengan realitas kehidupan umat.

Melalui kegiatan semacam ini, Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Majene terus mendorong para dosennya untuk mengambil bagian dalam penguatan literasi keislaman masyarakat serta menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an secara kontekstual, membumi, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *