Dari Masjid Darussa’adah Karama, Mahasiswa IAT STAIN Majene Ajak Remaja Memahami Al-Qur’an secara Kontekstual

POLEWALI MANDAR – Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Majene melaksanakan workshop bertema “Metode Dasar Memahami Al-Qur’an sebagai Refleksi terhadap Isu Kemanusiaan dan Lingkungan” di Masjid Darussa’adah Karama, Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Studi Kitab Tafsir Era Modern dan Kontemporer yang diampu oleh Muhammad Dirman Rasyid, Lc., M.Ag. Selain sebagai bentuk pemenuhan tugas akademik, workshop ini juga diarahkan sebagai integrasi pembelajaran dengan Pengabdian kepada Masyarakat atau PkM. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari kajian tafsir dalam ruang perkuliahan, tetapi juga berupaya menghadirkan edukasi Al-Qur’an yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Workshop ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa IAT Semester VI yang terdiri atas Randy Prayudi, Hasman, Adliansyah, Bambang Supriadi, Nabila, Annisa, Nur Intan, dan Ayu Lestari. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa SMP kelas IX, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menjadikan workshop ini sebagai ruang belajar bersama untuk memahami Al-Qur’an secara lebih tepat, sistematis, dan kontekstual.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Bambang Supriadi. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas akademik sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa dalam menghadirkan ruang pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Selanjutnya, Ketua Remaja Masjid Darussa’adah Karama menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan workshop secara resmi. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan bagi remaja masjid dan masyarakat karena membantu peserta memahami kandungan Al-Qur’an secara lebih dekat dengan persoalan kehidupan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa IAT STAIN Majene yang telah menghadirkan ruang belajar dan diskusi dalam suasana yang menyenangkan serta memberi wawasan baru bagi peserta.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertama bertajuk “Metode Dasar Memahami Al-Qur’an” yang disampaikan oleh Adliansyah, mahasiswa IAT Semester VI STAIN Majene. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa memahami Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca teks atau terjemahan secara sepintas. Peserta diajak mengenal beberapa perangkat dasar dalam memahami ayat, seperti aspek kebahasaan, asbab al-nuzul, hubungan antarayat atau munasabah, serta pentingnya merujuk kepada sumber tafsir yang kredibel.

Materi kedua disampaikan oleh Randy Prayudi dengan tema “Analisis Isu Kemanusiaan dan Lingkungan dalam Perspektif Al-Qur’an.” Dalam sesi ini, peserta diajak merefleksikan pesan-pesan Al-Qur’an yang berkaitan dengan keadilan, kepedulian sosial, tanggung jawab manusia, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Materi tersebut menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memberi arahan moral tentang bagaimana manusia memperlakukan sesama dan alam sekitarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta pandangan mereka mengenai penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Suasana diskusi berlangsung aktif dan terbuka, terutama ketika pembahasan dikaitkan dengan persoalan sosial dan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Salah satu peserta, Fitratunnisa, memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat dalam memperluas pemahaman terhadap Al-Qur’an, khususnya dalam melihat pesan-pesan Al-Qur’an yang berkaitan dengan isu kemanusiaan dan lingkungan. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pembelajaran dan diskusi bagi masyarakat.

Melalui workshop ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Majene menunjukkan bahwa kajian tafsir dapat dihadirkan secara lebih membumi dan kontekstual. Al-Qur’an tidak hanya dipelajari sebagai teks suci, tetapi juga sebagai sumber nilai yang mampu memberi arah dalam merespons berbagai persoalan kehidupan, termasuk persoalan kemanusiaan dan lingkungan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman akademik yang bermakna karena mereka dapat mengasah kemampuan memahami, menyampaikan, dan mengaitkan kajian Al-Qur’an dengan kebutuhan masyarakat. Sementara bagi peserta, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa memahami Al-Qur’an memerlukan metode, rujukan yang tepat, serta kepekaan terhadap realitas sosial di sekitar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *