Mahasiswa IAT STAIN Majene Gelar Workshop Tafsir di Pondok Pesantren Modern Ukhuwah Muslimin Katapang

POLEWALI MANDAR, – Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Majene melaksanakan Workshop Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Pondok Pesantren Modern Ukhuwah Muslimin Katapang, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Senin, 22 Juni 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Menyelami Keindahan Makna Al-Qur’an: Mengenal Tafsir dan Memahami Batasan Terjemahan” ini merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Studi Kitab Tafsir Era Modern dan Kontemporer yang diampu oleh Muhammad Dirman Rasyid, Lc., M.Ag. Selain sebagai bentuk penilaian akademik, kegiatan ini juga diarahkan sebagai integrasi pembelajaran dengan Pengabdian kepada Masyarakat atau PkM, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan kajian tafsir di ruang kelas dengan kebutuhan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Workshop tersebut dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa IAT STAIN Majene yang terdiri atas Nur Fadilah, Ardian, Lolika, Siti Hamdyana, Filza, Agus Salim, Akmal Hasbunallah, dan Baharuddin Akmal. Kehadiran tim mahasiswa di Pondok Pesantren Modern Ukhuwah Muslimin Katapang disambut baik oleh pimpinan pondok, Ustaz Muh. Ramdhan Miftahul Fitrah, S.Pd., yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, Ustaz Muh. Ramdhan Miftahul Fitrah, S.Pd. menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa IAT STAIN Majene karena telah memilih pesantren sebagai ruang berbagi ilmu. Ia juga menegaskan pentingnya mempelajari ilmu tafsir agar generasi muda tidak hanya memahami Al-Qur’an melalui terjemahan, tetapi juga mengenal perangkat keilmuan yang dibutuhkan untuk memahami pesan wahyu secara lebih mendalam.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengenalan ilmu tafsir, urgensi mempelajari tafsir, serta batasan terjemahan Al-Qur’an. Melalui materi tersebut, peserta diperkenalkan bahwa terjemahan Al-Qur’an memiliki fungsi penting sebagai pintu awal memahami makna ayat, namun tidak dapat sepenuhnya menggantikan kedalaman tafsir. Karena itu, ilmu tafsir menjadi salah satu disiplin penting dalam memahami konteks, kandungan, dan pesan Al-Qur’an secara lebih utuh.

Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Setelah penyampaian materi, mahasiswa pelaksana menghadirkan games edukatif yang berkaitan dengan tema workshop. Sesi ini membuat suasana kegiatan berlangsung lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak mengingat kembali poin-poin penting melalui permainan yang bersifat edukatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir STAIN Majene menunjukkan peran aktif dalam memperkuat literasi Al-Qur’an di kalangan generasi muda. Workshop ini juga menjadi pengalaman akademik yang bermakna bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya diuji melalui tugas perkuliahan, tetapi juga melalui kemampuan menyampaikan ilmu, berkomunikasi dengan masyarakat, dan menghadirkan manfaat secara langsung.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan peserta terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkenalkan bahwa tafsir merupakan bagian penting dari tradisi keilmuan Islam yang perlu dipelajari secara serius, bijak, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *